Apakah kimia Organik ?
Pengantar (Intruduction)
Kimia – Ilmu mengenai susunan, sifat
dan pengubahan zat – secara tradisional dibagi dalam beberapa golongan untuk
dipelajari. Kimia organik, kimia anorganik, kimia fisika, dan biokimia mewakili
golongan besar yang pembagiannya hanya dibuat-buat saja, padahal sebenarnya
berupa disiplin ilmu yang menyatu. Memang jika kita sadari betapa banyaknya
pengetahuan yang termasuk dalam ilmu kimia, dapatlah dimengerti mengapa
pembagian seperti itu terjadi.
Bahan organik hanya
menwakili satu jenis senyawa kimia, yaitu yang mengandung satu karbon atau
lebih. Kimia organik berangkali lebih baik didefinisikan sebagai kimia senyawa
yang mengandung karbon.
1. Segi sejarah
Senyawa organik dan reaksinya telah
dipakai orang sejak dulu. Jika daun dan
kulit kayu atau akar tumbuhan dicampur dengan air untuk dibuat obat, sebetulnya
disini suatu campuran rumit dari bahan alam organik di ekstraksi untuk
mendapatkan komponen yang aktif biologis. Pemasakan makanan contoh bahan reaksi
organik. Pembakaran minyak atau lemak hewan untuk mendapatkan bahang dan
penerangan merupakan suatu pengubahan kimia organik yang dapat disamakan dengan
analisis pembakaran modern yang begitu berguna dalam menjelaskan struktur.
2 Ikatan
Apakah
yang mengikat atom-atom menjadi satu dalam molekul?. Hal ini salah satu pertanyaan
penting yang dihadapi kimiawan dulu. Konsep ikatan sangat penting dalam
pengertian struktur dan reaksi senyawa kimia.
A. Tiori awal ikatan
Pada
awal abad 19 Berzelius menyarankan suatu tiori ikatan yang disebut dualisme.
Konsepnya diturunkan dari pengamatan berdasarkan uji-kaji bahwa sejumlah atom
tetentu (sebetulnya ion) berpindahan dalam medan listrik. Berzelius mengusulkan
bahwa atom-atom terikat menjadi satu oleh tarikan listrik antara dua spesies
yang mempunyai muatan berlawanan.
Contoh
Garam
anorganik Natrium Klorida (NaCl)------->
Na+ Cl-
B. Ikatan kovalen
Lewis
= Elektron kulit luar dari atom yang berantar- aksi dapat dialihkan atau
dikuasai bersama
: : : :
: Cl - +
- Cl : --------> : Cl - _-
-Cl :
: : : :
Merupakan kompromi antara
gaya tarik - menarik dan gaya tolak–menolak
Suatu tafsiran
kuantitatif dari ikatan dikembangkan melalui konsepsi tiori mekanika kuantum.
C. Ikatan dalam metana
Bagaimanakah
senyawa organik dapat tercakup dalam tiori ikatan lewis? Marilah kita
perhatikan dulu senyawa organik paling sederhana yaitu metana (CH4 )
Atom karbon memiliki empat elektron yang tersedia pada kulit luar untuk ikatan. Ikatan ion mungkin
terbentuk jika keempat elektronnya diberikan kepada keempat atom hidrogen untuk
menjadi suatu struktur gas mulia dengan muatan +4 pada karbon.Kemungkinan
lainnya ialah bahwa masing–masing dari keempat atom hidrogen memberikan satu
elektron menghasilkan struktur gas mulia oktet karbon dengan muatan -4.
3 Rumus Struktur Molekul Organik
A
Rumus organik berdimensi dua
B.
Isomer struktur
Atom pada contoh terdahulu mudah disusun
ke dalam rumus molekul yang sudah jelas. Akan tetapi kemampuan atom karbon
yang satu untuk membentuk ikatan tunggal dan ganda, dengan atom karbon lainya.
C.
Pengambaran struktur biasa.
Memggambarkan tiap ikatan pada tiap
atom penting dalam mempelajari dan memahami kerumitan struktur organik, akan
tetapi hal ini memakan tempat dan tidak praktis jika berhadapan banyak sekali
struktur. Kimiawan organik telah membuat berbagai cara untuk menggambarkan
struktur. Dalam rumus struktur mampat termasuk semua atom, akan tetapi garis
untuk ikatan hanya dipakai untuk menekan adanya kekhasan struktur atau untuk
lebih menerangkan gambar. Namun, ikatan ganda digambarkan dengan garis. Gugus
yang berulang sering ditunjuk dengan kurung.
Cara
menulis dengan garis ikatan lebih menyederhanakan lagi pengambaran
struktur.Ikatan digambarkan dengan garis dan atom karbon dengan ujung garis dan
titik percabangan.
D.
Indek kekurangan Hidrogen.
Rumus
molekul memberikan sesuatu yang lebih dari suatu pendekatan coba-coba untuk
menyimpulkan struktur yang mungkin bagi satu senyawa.
4 Keelektronegatifan dan dipol.
A.
Keelektronegatifan
B.
Dipol
C.
Muatan Bentukan
5 Reaksi Khas Senyawa organik.
Reaksi
dibagi dalam tiga golongan yaitu, adisi. subtitusi, dan eliminasi.
A.
Adisi
Reaksi
adisi terjadi pada senyawa tak jenuh. Molekul tak jenuh dapat menerima tambahan
atom atau gugus dari pereaksi tanpa melebihi angka koordinasi maksimum dari
atomnya sendiri. Ikatan rangkap dua dan rangkap tiga karbon-karbon dan rangkap
dua karbon – oksigen
merupakan jenis struktur yang paling umum yang mengalami reaksi adisi. Dua
contoh pereaksi yang mengadisi pada ikatan ganda ialah brom dan hidrogen. Adisi
brom biasanya merupakan reaksi cepat, dan sering dipakai sebagai uji
kualitatif untuk mengindentifika ikatan
rangkap dua atau rangkap tiga.
Adisi
hidrogen membutuhkan sebuah katalis. Pengukuran kuantitatif hidrogen yang
terpakai alam adalah suatu cara untuk menentukan jumlah ikatan ganda dalam
suatu molekul.
Pereaksi
tak simetris dapat juga mengadisi pada ikatan ganda
B. Substitusi
Suatu
reaksi subtitusi terjadi bila sebuah atom atau gugus yang berasal dari pereaksi
mengantikan sebuah atom atau gugus dari molekul yang bereaksi. Subtitusi dapat
terjadi pada atom karbon jenuh atau tak jenuh.
Persamaan
pertama mewakili suatu jenis yang sangat umum dari reaksi subtitusi pada sebuah
atom karbon jenuh. Persamaan kedua lebih rumit, karena dua atom hidrogen dari
pereaksi diganti untuk memberikan campuran produk isomer. Persamaan ketiga merupakan
contoh subtitusi dari sebuah karbon tak jenuh. Dalam pasal terdahulu contoh
adisi pada ikatan tak jenuh telah disajikan.Dua jenis kereaktifan yang agak
berbeda dari senyawa tak jenuh menggambarkan
keanekaragaman reaksi yang dapat terjadi dengan molekul organik yang
kelihatannya sama. Dalam bab berikut akan kita pelajari bagaimana seluk-beluk
struktur menyebabkan adanya perdedaan dalam jalan reaksi.
C.
Eliminasi.
Suatu
reaksi eliminasi adalah kebalikan dari reaksi adisi. Beberapa atom dipisahkan
dari se buah molekul untuk membentuk ikatan ganda atau siklis. Kebanyakan
reaksi eliminasi menyangkut kehilangan atom bukan karbon.
6 Oksidasi dan reduksi
A.
Tahana oksidasi molekul organik
B.
Reaksi Redok.
0 komentar:
Posting Komentar