IKATAN DALAM MOLEKUL ORGANIK
Ikatan dalam molekul organik terdiri mekanika kuantum dan
orbital atom, termasuk Konfigurasi elektron,
orbital molekul dan ikatan, yang juga ini kombinasi linear orbital atom, ikatan
sigma dan Pi, orbital hibrida, karbon tetrahedron-orbital hibrida sP3,
orbital hibrida sP2 dan Sp, Sudut ikatan, orbital hidrida
termodifikasi, tolak-menolak pasangan elektron kulit valensi, dan energi ikatan
dan jarak ikatan. Dari sekian banyak ikatan dalam molekul organik mungkin cuma
yang terasa amat penting adalah energi ikatan dan jarak ikatan yang akan kita
bahas dalam bab ini karena hampir semua ini adalah melibatkan reaksi kimia
organiknya.
Kita semua mengenal proses kimia
yang disebut pembakaran. Pembakaran hidrokarbon berbentuk gas seperti metana
atau komponen bensin dan batubara memberikan energi yang menyebabkan dunia
industri tetap berjalan. Reaksinya eksoterm. Reaksi yang mengabsorpsi bahang
disebut reaksi endoterm.
A.
Energi ikatan
Energi kinetik adalah energi gerak, yaitu gerak suatu
benda. Getaran, putaran, dan pengalihan (translasi) molekul adalah penjelmaan
dari energi kinetik. Energi potensial adalah energi yang ada pada suatu benda
karena adanya gaya luar (eksternal) yang bekerja pada benda itu. Gaya gravitasi
merupakan sumber energi potensial. Energi suatu ikatan kimia merupakan bentuk
energi potensial yang timbul dari gaya tarik menarik antar atom.
Energi harus ditambahkan kepada molekul untuk memutuskan
suatu ikatan kimia (suatu proses endoterm) dan energi dibebaskan bila suatu
ikatan kimia terbentuk (suatu proses eksoterm). Ada dua proses untuk
menggambarkan putusnya ikatan kimia. Salah
satu adalah bahwa pasangan elektron dari satu ikatan terpisah, sehingga sebuah
elektron ikut atom yang mula-mula mengikatnya. Proses ini disebut homolisis
atau pemutusan homolitik. Hal yang lebih lazim dalam mempelajari reaksi organik
ialah hal pemutusan ikatan yang disebut heterolisis atau pemutusan heterolitik.
Disini kedua elektron dari ikatan mengikuti salah atom pada pemutusan ikatan.
Energi yang terkait dalam pemutusan dan pembentukan
ikatan sewaktu perubahan kimia disebut bahang reaksi dan diukur dalam perubahan
entalpi (ΔH). Sebagai besaran termo dinamika
terdapat hubungan tepat antara bahang reaksi dan kandungan standar entalpi produk (hasil reaksi) dan pereaksi.
ΔHo reaksi = ΔHo hasil reaksi -ΔHo
pereaksi
Tanda atas menunjukkan bahwa perubahan entalpi
berhubungan dengan produk dan pereaksi dalam keadaan standar (25oC
dan tekanan 1 atmosfer). Sebagai kemungkinan lain, pengukuran dilakukan pada
kondisi lain yang kemudian diekstrapolasi ke kondisi standar. Data yang telah
dikumpulkan cukup banyak sehingga dapat memberikan perubahan standar entalpi
bagi berbagai reaksi, tetapi data seperti masih belum ada sebagian besar proses
organik. Lagi pula, kita sering ingin memperkirakan perubahan energi reaksi
yang belum pernah diamati untuk meramalkan kelayakan secara termodinamika.
Nilai yang mendekati dapat diperkirakan dengan membandingkan energi ikatan yang
mengalami perubahan sewaktu pereaksi diubah menjadi pereaksi.
Perhatikan reaksi berikut
Metana Klorometana
Ikatan
yang terbentuk kkal/mol
(kJ mol)*
Ikatan yang terputus
Karena
pemutusan ikatan membutuhkan energi (ΔH >0) dan pembentuan ikatan membebaskan energi (ΔH
< 0 )
ΔHo reaksi =
( 99 + 58) – (81 + 103) = -27
kkal/mol
atau (414 + 243) – (339 + 431) = - 113 Kj/mol
Perkiraan nilai bahang reaksi sebesar-27
kkal/mol (-113 kJ/mol) menunjukkan bahwa reaksi akan menyebabkan suatu
pengurangan entalpi dari sistim kimia tersebut, berarti bahwa reaksinya ekstorm
(ΔH< 0) dan bahang akan dibebaskan jika terjadi reaksi.
Fakta
bahwa suatu reaksi adalah ekstorm tidak menjadi bahwa reaksi akan terjadi. Laju
reaksi kimia akan dipengaruhi oleh parameter termodinamika tambah yang
tergabung dalam suatu besaran yang dikenal sebagai energi pengaktifan.
Energi ikatan ditentukan dengan dua cara.
Energi ikatan rata-rata adalah ukuran rata-rata dari semua energi ikatan yang
serupa dalam molekul. Energi disosiasi ikatan adalah ukuran dari energi yang
diperlukan untuk memutuskan secara homolitik ikatan kimia tertentu.
Mari
kita lihat dua cara yang dipergunakan untuk menentukan energi ikatan metana. Pemutusan
homolitik empat ikatan karbon –hidrogen membutuhkan 397 kkal/mol (160
Kj/mol). Energi ikatan rata-rata ikatan
C-H dalam metana dengan demikian ialah 99,3 kkal /mol (415 kJ/mol).
Jika
kita diperhatikan energi yang diperlukan untuk memutuskan masing-masing ikatan
metana, kita dapat bahwa energinya berlain-lainan. Ini adalah energi disosiasi
ikatan yang mengambarkan pengaruh bagian molekul yang tinggal terhadap ikatan
yang diputuskan.
Suatu
kumpulan energi ikatan rata rata (tabel
3.1) mengungkapkan beberapa keadaan umum.
Sebagian besar ikatan tunggal mempunyai energi diantara 50 -100 kkal/mol
(200-400 kJ/mol). Ikatan tunggal antar atom dengan pasangan elektron tak
berbagi biasanya lebih lemah karena adanya tolak menolak antar pasangan Ikatan
rangkap dua dan tiga lebih kuat daripada ikatan tunggal. Makin turun susunan
berkala, kekuatan ikatan makin berkurang.
B Jarak ikatan
Panjang
suatu ikatan kimia adalah hasil keseimbangan antara gaya tarik- menarik dan tolak – menolak antara
atom yang saling mengikat. Panjang ikatan ditentukan secara uji kaji dengan
berbagai teknik difraksi dan spektrum, yang mengambarkan jarak rata-rata antara
atom meski pun sebetulnya atom bergetar dalam molekul.
Sangatlah
menarik bahwa panjang setiap ikatan hanya berbeda sedikit sekali dari satu
senyawa ke senyawa yang lain. Unsur pada baris kedua susunan berkala membentuk
ikatan dengan hidrogen dengan panjang ikatan mendekati 1 A (100 pm). Ikatan
tunggal antara unsur pada baris kedua biasanya mempunyai panjang kira-kira 1,5
A (150 pm) dan jarak ikatan rangkapnya
baik yang rangkap dua maupun yang rangkap tiga lebih pendek. Atom dibawah baris
kedua pada susunan berkala membentuk ikatan yang nisbi lebih panjang agar dapat memuat ukuran yang lebih besar.
Biasanya
ada suatu hubungan antara kekuatan dan panjang ikatan antara dua atom. Semakin
kecil jarak antar –inti, semakin kuatlah ikatan. Sebagai contoh, ikatan tunggal
karbon –karbon (tabel 3.2) dan ikatan rangkap tiga ini lebih kuat (tabel 3.1).
Pada tabel 3.3 tercatum beberapa panjang ikatan dan kekuatan ikatan nisbi.
0 komentar:
Posting Komentar